HPN 2026 Jadi Titik Awal, Jurnalis Muda Halmahera Selatan Mantap Bergabung dengan PJI
Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Banten, Senin (9/2/2026), menjadi momentum berharga bagi jurnalis muda di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Semangat kebersamaan dan pembaruan mengemuka seiring bergabungnya sejumlah jurnalis muda ke dalam Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI).
Para jurnalis yang berasal dari berbagai media nasional dan lokal tersebut resmi menjadi bagian dari PJI, yang ditandai dengan diterbitkannya Nomor Registrasi Anggota (NRA) sebagai bukti keanggotaan dalam salah satu organisasi profesi pers tertua di Indonesia.
Adapun jurnalis muda Halmahera Selatan yang resmi bergabung dengan PJI, yakni:
1.Rodi Sipondak (Dodominews)
2.Fadel Salasa (StarBPKNews)
3.Wahid Rajak (MalutEkspose)
4.Iswan Muhammad (Kapita Indonesia)
5.Sahrul Usman (Mandiolinews)
6.Vhano (Jojagapost)
7.Crish (Cangapost)
8.Alfon Siteko (Ruangcoretan)
9.Yusri Said (Infopesisir)
10.Tarmiji (Mandiolinews)
11.Husain Yusuf (MalutInsight.net)
Momen ini menandai babak baru bagi jurnalis muda Halmahera Selatan dalam meneguhkan semangat pembaruan, sekaligus memperkuat komitmen menjaga integritas dan relevansi pers di tengah derasnya arus disrupsi digital.
Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori, menyampaikan apresiasi atas bergabungnya jurnalis muda dari Halmahera Selatan ke dalam keluarga besar PJI. Menurutnya, kehadiran generasi muda menjadi energi penting bagi penguatan pers daerah.
“Kami menyambut gembira kehadiran jurnalis muda Biro Halmahera Selatan ke dalam keluarga besar PJI. Harapannya, mereka mampu menghadirkan perspektif baru serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan integritas insan pers daerah,” ujar Hartanto.
Ia menekankan pentingnya regenerasi dan kemampuan adaptasi terhadap dinamika informasi yang terus berkembang.
“Ini menjadi bukti bahwa semangat jurnalistik tidak pernah padam, bahkan semakin menguat di tangan generasi baru.
PJI berkomitmen menjadi wadah pembinaan, perlindungan, dan pengembangan bagi seluruh anggotanya, agar standar etika dan profesionalisme tetap terjaga di tengah gempuran disinformasi dan berita palsu,” tegasnya.
Hartanto menambahkan, bergabungnya jurnalis muda ini diharapkan dapat semakin memperkokoh posisi PJI sebagai organisasi profesi yang adaptif, inklusif, dan relevan.
“Para jurnalis muda diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menjaga pilar demokrasi melalui pers yang independen, sehat, dan berkualitas,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) merupakan organisasi profesi kewartawanan yang bersifat independen dan berasaskan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945.
PJI didirikan di Surabaya pada 20 Agustus 1998 dan secara resmi terdaftar pada Direktorat Jenderal Sosial Politik Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia dengan Nomor Urut 186 tertanggal 25 November 1998.
PJI juga tercatat sebagai salah satu dari 27 organisasi wartawan yang mengikuti sidang penetapan Standar Organisasi Wartawan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 04/SK-DP/III/2006 tentang Standar Organisasi Wartawan.
Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PJI pertama kali diselenggarakan di Surabaya pada 18–19 November 2018 dan dihadiri oleh Dewan Pers yang diwakili Imam Wahyudi.




