BIM Malut Pastikan Geruduk PT Harita Group dan Kementerian ESDM, Kamis 22 Januari 2026
Jakarta — Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM Malut) memastikan akan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pusat PT Harita Group dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis, 22 Januari 2026. Aksi ini merupakan respons atas kematian buruh lokal, Gheliver Milton Robodoe, di area kerja anak usaha Harita Group di Maluku Utara.
BIM Malut menilai insiden tersebut bukan sekadar kecelakaan kerja, melainkan cerminan rapuhnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tengah masifnya proyek hilirisasi nikel. Di balik jargon pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, keselamatan buruh dinilai kerap ditempatkan di posisi paling belakang.
“Ketika produksi dipacu tanpa kontrol keselamatan yang ketat, maka nyawa buruh menjadi taruhan,” tegas Arjuna Nasrudin, Koordinator Aksi BIM Malut. Ia menekankan bahwa hilirisasi tidak boleh dibangun di atas darah dan kesunyian korban.
BIM Malut juga menyoroti peran negara yang dinilai belum tegas. Menurut mereka, Kementerian ESDM serta pemerintah daerah memiliki kewajiban konstitusional untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menjatuhkan sanksi tegas terhadap perusahaan yang lalai. Pembiaran, kata mereka, hanya akan melanggengkan tragedi serupa.
Aksi ini ditegaskan sebagai gerakan murni, tanpa kepentingan politik maupun ekonomi. “Kami tidak menerima suap dan tidak bernegosiasi soal nyawa. Ini suara nurani untuk Maluku Utara,” ujar Arjuna.
BIM Malut menutup pernyataannya dengan peringatan keras:
hari ini satu buruh gugur, besok bisa siapa saja.
Selama keselamatan pekerja masih dianggap sebagai biaya, jalan raya akan tetap menjadi ruang perlawanan.
Tim redaksi Mandiolinews.com




