BREAKING NEWS


 

Skandal Proyek SMPN 11 Halsel: Diduga Gunakan Kayu Bekas, Kontraktor “Main Kotor” dari RAB


Halmahera Selatan
— Pembangunan Laboratorium (Lab) dan revitalisasi ruang belajar di SMP Negeri 11, Desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dugaan tersebut mencuat setelah adanya informasi dari sumber terpercaya yang menyebutkan bahwa pihak kontraktor menggunakan material kayu bekas dalam proses pekerjaan.

Kepada awak media, Minggu (15/3/2026), sumber tersebut mengungkapkan bahwa sebagian bahan kayu yang digunakan dalam pembangunan laboratorium dan renovasi ruang belajar berasal dari sisa puing-puing renovasi gedung sebelumnya.

“Sebagian bahan kayu yang digunakan dalam pembangunan lab dan renovasi ruang belajar itu berasal dari kayu bekas hasil bongkaran tiga ruang kelas, termasuk untuk pembuatan pintu dan bagian lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, penggunaan material bekas dalam proyek pembangunan maupun renovasi tidak seharusnya dilakukan, karena dapat berdampak pada kualitas bangunan.

“Pembangunan seharusnya menggunakan bahan yang layak dan sesuai standar, bukan material bekas yang sudah tidak memenuhi kualitas. Ini penting untuk menjamin kekuatan dan umur bangunan,” tambahnya.


Selain itu, proyek pembangunan di SMP Negeri 11 Halmahera Selatan tersebut juga diduga berpotensi merugikan keuangan negara. Pasalnya, penggunaan material bekas dapat mengindikasikan adanya upaya pengurangan biaya secara tidak wajar demi meraup keuntungan lebih besar.

Kondisi ini menuai sorotan, mengingat proyek pembangunan fasilitas pendidikan semestinya mengedepankan kualitas dan keselamatan pengguna, khususnya siswa dan tenaga pendidik.

Oleh karena itu, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, termasuk bupati, wakil bupati, serta dinas terkait, untuk segera melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak kontraktor apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Langkah tegas dinilai penting guna mencegah kerugian negara sekaligus memastikan kualitas pembangunan infrastruktur pendidikan tetap terjaga.

Tim Redaksi Mandiolinews 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar