BREAKING NEWS


 

BIM-MALUT Bongkar Dugaan Beasiswa Fiktif PT GMM, Desak Data Penerima Dibuka ke Publik


Halmahera Selatan
– Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM-MALUT) resmi melayangkan surat permohonan audiensi kepada pimpinan pusat PT Gelora Mandiri Membangun (GMM). Langkah ini diambil menyusul dugaan ketidaksesuaian antara klaim perusahaan terkait program beasiswa dan fakta di lapangan.

Dalam surat tersebut, BIM-MALUT menyoroti pernyataan PT GMM yang mengklaim telah menyalurkan beasiswa kepada sekitar 40 mahasiswa di Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada 2024 sebesar Rp1.500.000 per mahasiswa. Nilai bantuan itu disebut meningkat menjadi Rp2.000.000 pada November 2025.

Namun, hasil penelusuran langsung yang dilakukan BIM-MALUT menemukan kondisi berbeda. Sejumlah mahasiswa di wilayah lingkar perusahaan mengaku tidak pernah menerima bantuan sebagaimana yang diklaim perusahaan.

Kepala Bidang Humas BIM-MALUT, Rifaldi Takdir, mengatakan pihaknya menemukan adanya perbedaan antara klaim perusahaan dan kondisi riil di lapangan.

“Kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara klaim perusahaan dan fakta di lapangan. Ini harus dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Rifaldi menambahkan, penjelasan perusahaan yang menyebut penyaluran dana dilakukan melalui orang tua atau wali mahasiswa justru menimbulkan pertanyaan baru. Hingga kini, kata dia, belum ada kejelasan mengenai data penerima, waktu penyaluran, maupun bukti administrasi yang dapat diverifikasi.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sebagai miskomunikasi semata, melainkan menyangkut integritas pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Transparansi adalah hal mendasar. Jika program ini benar ada, maka perusahaan wajib membuka data kepada publik,” tegasnya.

BIM-MALUT juga menilai berbagai publikasi kegiatan perusahaan, termasuk pembangunan infrastruktur, tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan persoalan mendasar terkait hak pendidikan masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Dalam surat audiensi tersebut, BIM-MALUT meminta PT GMM membuka secara rinci daftar nama penerima beasiswa beserta asal desa, mekanisme dan waktu penyaluran, bukti administrasi, serta penjelasan atas perbedaan antara klaim perusahaan dan kondisi riil di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT GMM belum memberikan tanggapan resmi atas surat audiensi yang telah dilayangkan.

Tim Redaksi Mandiolinew

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar