BREAKING NEWS


 

Camat Botanglomang angkat Bicara, Pencatutan Nama Yang Beredar Internal Pemdes Pasimbaos


Halmahera Selatan – Camat Kecamatan Kepulauan Botanglomang, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, angkat bicara terkait pencatutan namanya dalam pesan WhatsApp yang beredar di lingkungan Pemerintah Desa Pasiumbaos.


Pencatutan nama tersebut diduga dilakukan oleh Bendahara Desa Pasiumbaos melalui pesan WhatsApp kepada Sekretaris Desa (Sekdes). 


Dalam pesan itu disebutkan bahwa camat akan meminta kepala desa mengevaluasi kinerja sekdes karena dinilai tidak profesional saat camat melakukan kunjungan dan meminta data kependudukan.


Menanggapi hal tersebut, Camat Kecamatan Kepulauan Botanglomang menegaskan bahwa informasi yang disampaikan bendahara desa tersebut tidak benar dan bukan berasal dari dirinya.


“Sudah dikonfirmasi langsung oleh Ibu Sekdes tadi siang terkait adanya pesan WhatsApp dari bendahara kepada sekdes yang mengatasnamakan saya. Kami sudah sampaikan bahwa isi pesan tersebut tidak benar dan bukan dari kami,” ujar camat keawak Media pada, Jumat (15/5/2026)


Ia juga menegaskan bahwa pihak kecamatan akan segera memanggil bendahara desa untuk dimintai klarifikasi terkait penyebaran pesan tersebut.


“Yang bersangkutan akan kami panggil untuk dimintai penjelasan. Selain itu, kami juga tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi melalui WhatsApp dengan bendahara desa tersebut,” tegasnya.


Camat menjelaskan bahwa pihak kecamatan sebelumnya memang telah menyurati seluruh kepala desa terkait permintaan pemenuhan data kependudukan dan data lainnya.


“Permintaan pemenuhan data tersebut sudah kami sampaikan melalui surat tertanggal 27 April 2026, dengan batas waktu pengumpulan pada 2 Mei 2026. Namun khusus Desa Pasiumbaos hingga saat ini belum memenuhi permintaan tersebut,” jelasnya.


Karena belum adanya pemenuhan data, pihak kecamatan kemudian melakukan kunjungan langsung ke kantor desa untuk menindaklanjuti keterlambatan tersebut.


“Saat kami melakukan kunjungan ke kantor desa, kepala desa dan bendahara tidak berada di tempat. Karena itu, agenda tersebut kami jadwalkan ulang pada pekan depan,” katanya.


Ia kembali menekankan bahwa pesan WhatsApp yang beredar dan mengatasnamakan dirinya bukan berasal dari pihak kecamatan.


“Intinya, pesan yang disampaikan bendahara kepada sekdes melalui WhatsApp dengan mencatut nama saya itu tidak benar dan bukan dari kami,” tandas camat.


Selain itu, camat juga menyampaikan bahwa sebelum melakukan kunjungan ke desa, pihaknya terlebih dahulu telah menghubungi Sekdes Pasiumbaos.


“Sebelum ke desa, kami sudah menghubungi ibu sekdes bahwa pada hari Rabu pihak kecamatan akan datang ke desa terkait keterlambatan pemenuhan data,” pungkasnya.


Redaksi : Tarmiji Usman

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar