BREAKING NEWS


 

Pegawai RSUD Halsel Mengaku Dapat Tekanan, Ada Apa Dibalik Klaim BPJS


Halmahera Selatan
– Dugaan keterlambatan pembayaran klaim layanan kesehatan BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menjadi sorotan publik setelah membeberkan informasi terkait belum dibayarkannya dana klaim BPJS jasa pelayanan kesehatan kepada sejumlah pegawai rumah sakit. Selasa (12/5/2026)


Informasi tersebut memicu berbagai reaksi masyarakat dan menimbulkan pertanyaan terhadap manajemen RSUD Halmahera Selatan, khususnya terkait transparansi pengelolaan dana klaim BPJS Kesehatan.


Berdasarkan keterangan sumber internal yang enggan disebutkan namanya, pembayaran jasa pelayanan kesehatan yang bersumber dari klaim BPJS disebut belum diterima pegawai dari tahun 2025 hingga saat ini. 


Padahal, dana klaim BPJS merupakan hak tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit yang diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pelayanan medis kepada pasien peserta BPJS Kesehatan.


“Kami hanya ingin kejelasan soal pembayaran jasa pelayanan. Sampai sekarang belum ada penjelasan resmi kapan akan dibayarkan,” ujar sumber tersebut.


Sumber juga mengaku adanya tekanan terhadap pegawai yang mempertanyakan keterlambatan pembayaran tersebut. Bahkan, menurut pengakuannya, pegawai yang aktif menanyakan kejelasan pembayaran disebut mendapat ancaman akan dipindahkan tugas ke tempat yang jauh.


“Kalau ada yang terlalu sering mempertanyakan, katanya bisa dipindahkan tugas. Itu yang membuat banyak pegawai memilih diam,” ungkapnya.


Kondisi ini semakin memicu perhatian publik karena pihak rumah sakit dinilai belum memberikan penjelasan secara terbuka kepada jajaran pegawai maupun masyarakat terkait penyebab keterlambatan pembayaran klaim BPJS tersebut.


Sebagai informasi, dana klaim BPJS merupakan pembayaran dari BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan atas layanan medis yang telah diberikan kepada peserta. Setelah klaim dicairkan, dana tersebut biasanya dialokasikan untuk operasional rumah sakit dan pembayaran jasa pelayanan tenaga kesehatan sesuai aturan yang berlaku.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Direktur RSUD Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlambatan pembayaran jasa pelayanan BPJS maupun tudingan adanya tekanan terhadap pegawai.


Masyarakat berharap manajemen RSUD Halmahera Selatan dapat segera memberikan klarifikasi secara transparan agar polemik tersebut tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di lingkungan rumah sakit maupun di tengah publik.


Redaksi : Tarmiji Usman


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar