BREAKING NEWS


 

Cuitan Kontroversial, Anggota DPRD Haltim Irfan Karim Dituding Simpan “Rahasia Gelap” Proyek Jalan IJD 2025


Haltim
– Anggota DPRD Halmahera Timur, Irfan Karim, menuai kritik tajam usai unggahannya di media sosial terkait proyek ruas jalan Bicoli-Bim melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025 dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang wakil rakyat.


Melalui akun Facebook pribadinya, Irfan menulis:
“Jangan memancing saya untuk bongkar rahasia jalan lewat program IJD 2025 yang awalnya tidak memasukkan ruas yang ada di Maba Selatan.”


Pernyataan bernada ancaman itu langsung memicu gelombang pertanyaan publik: rahasia apa yang disimpan DPRD terkait pengusulan proyek jalan tersebut?


Bantahan PUPR dan Munculnya Kecurigaan Publik


Tak berselang lama, pernyataan Irfan dibantah Dinas PUPR Haltim melalui Kepala Bidang Bina Marga, Revolino Merbas. Namun, alih-alih meredam kegaduhan, bantahan itu justru menambah kecurigaan publik terkait dugaan “kongkalikong” antara DPRD dan Pemda Haltim dalam pengusulan proyek jalan IJD.


“Kalau ada masalah, DPRD itu punya jalur resmi. Panggil OPD lewat rapat dengar pendapat, bukan bikin pernyataan setengah jadi di Facebook yang bikin gaduh,” tegas salah satu netizen.


Sindiran Publik dan Dugaan Permainan Proyek


Unggahan Irfan kemudian dibagikan ulang oleh akun Masry Muhammad dengan sindiran pedas:
“Asumsinya kalau ruas jalan Bicoli-Bim dikerjakan, berarti rahasia tra tabongkar.”


Sindiran itu memperkuat dugaan publik adanya permainan gelap di balik proyek jalan senilai miliaran rupiah tersebut.


Sejumlah kalangan menilai, sikap Irfan menunjukkan lemahnya komunikasi politik di tubuh DPRD Haltim. Alih-alih menjadi pengawas jalannya pemerintahan, pernyataan kontroversial seperti ini justru membuka ruang spekulasi liar di tengah masyarakat.


Desakan Transparansi dan Akuntabilitas


“Ini bukan sekadar kegaduhan, tapi bisa menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat kepada DPRD. Kalau ada rahasia, bongkar saja di forum resmi, jangan main sindir di medsos,” tegas warganet lainnya.


Polemik ini menegaskan bahwa DPRD dan OPD Haltim gagal menunjukkan keterbukaan dan akuntabilitas. Alih-alih menyelesaikan masalah, keduanya justru mempertontonkan saling sindir yang memperbesar keraguan publik terkait pengelolaan proyek infrastruktur.


Tim redaksi Mandiolinews


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar