Malintang–Karangtaruna Kawasi Siaga Penuh: Jangan Coba-Coba Rusak Ketertiban Ramadhan!
HALMAHERA SELATAN — Pengurus Masyarakat Lingkar Tambang (Malintang) dan Karang Taruna Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, mengeluarkan pernyataan tegas mengecam segala bentuk aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan merusak keharmonisan masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Karang Taruna Desa Kawasi, Rabu (4/3/2026). Ketua Malintang Kawasi, Bambang Bakri, didampingi Ketua Karang Taruna Kawasi, Jois Nanlesi, menegaskan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketenteraman desa.
“Kami sebagai unsur masyarakat yang turut menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Kawasi tidak akan tinggal diam. Siapa pun yang berani melakukan tindakan yang tidak pantas dan merusak suasana khidmat Ramadhan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bambang.
Ia menegaskan, Ramadhan merupakan momentum sakral bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperbanyak amal kebaikan. Karena itu, segala bentuk provokasi, keributan, maupun aktivitas yang merugikan masyarakat dinilai mencederai nilai-nilai bulan suci.
Senada dengan itu, Jois Nanlesi menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan aparat keamanan dan para tokoh masyarakat guna memperkuat pengawasan di wilayah Desa Kawasi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan unsur terkait lainnya. Patroli rutin akan ditingkatkan, terutama di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi gangguan keamanan. Jika ada yang terlibat dalam aksi yang meresahkan, tentu harus siap menghadapi konsekuensi hukum dan sanksi sosial,” ujarnya.
Malintang dan Karang Taruna juga mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Kawasi untuk berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif. Mereka menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, serta menolak segala bentuk tindakan yang dapat memecah belah masyarakat.
Tim Redaksi Mandiolinews




