Dua Sosok Putra Togale Halsel Memilih Jalan Damai, Wujud Nilai Hidup Baku Sayang
Halmahera Selatan – Perseteruan antara dua pemuda Tobelo-Galela (Togale), Safri Nyong dan Sefnat Tagaku, akhirnya berakhir damai. Kedua pihak sepakat mencabut laporan dugaan pencemaran nama baik dan penistaan agama yang sebelumnya ditangani Polres Halmahera Selatan.
Proses perdamaian dilakukan melalui mekanisme restorative justice di ruang Tipiter II Reskrim Polres Halsel, Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIT.
Sefnat Tagaku membenarkan adanya penyelesaian tersebut. Ia menyebut perselisihan yang sempat memanas di media sosial terjadi karena kesalahpahaman.
“Kami sudah menyelesaikan masalah ini secara damai. Yang terjadi hanya kesalahpahaman, dan kami sepakat bahwa jalan damai adalah solusi terbaik. Kami ini bersaudara, sama-sama generasi Tobelo-Galela,” ujar Sefnat.
Sefnat yang juga menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Halmahera Selatan menegaskan pentingnya menjunjung nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Tobelo-Galela, seperti “Homako Dora” atau baku sayang.
“Perdamaian ini adalah wujud nilai Homako Dora. Sebagai bagian dari komunitas Tobelo-Galela, kami menyadari pentingnya menjaga persaudaraan,” katanya.
Dengan tercapainya kesepakatan damai, konflik antara kedua tokoh muda tersebut resmi berakhir. Hubungan keduanya kini kembali harmonis tanpa adanya pihak yang dirugikan secara hukum.




